“Waalaikumussalam mas.. ada apa ya ?”
jawab ku.
“Begini de, hasil pertemuan sore tadi
minta antum jadi seksi Publikasi,
Dokumentasi, dan Dekorasi (PDD)” lanjut mas Wiku menerangkan.
“Iya mas. Tapi kan saya
belum bisa bagian publikasi ?” jawabanku sebagai isyarat menolak.
“Ga apa-apa de, biar sekalian belajar.
Tolong dibuatkan baliho yang besar, 5 meter X 3 meter. hehe…. Sudah ya, kalo ada kesulitan tinggal
kami. Wassalamualaikum…”
What
??? gimana bisa aku masuk ke PDD acara seminar lingkungan nasional ? Padahal belum ada pengalaman buat spanduk
deelel. Mana waktunya mepet, skup nasional pula…. Pasti ada yang salah ini…
Seperti itulah kira galaunya waktu itu.
Malam
itu juga aku meluncur ke tempat salah satu kakak senior. Apa lagi kalau bukan
minta tolong diinstalkan dan diajari program desain grafis. Mesti ku kebut..
waktu tinggal 3 minggu lagi. Ku kayuh sepeda yang sudah menemaniku sejak SMA.
20 menit lamanya dari kos ke tampat mas Robi. Tahun itu, masih sedikit sekali
mahasiswa yang punya motor. Umumnya jalan kaki, paling top ya pake sepeda.
Sesampainya
di kos mas Robi ternyata sudah ada kakak-kakak senior termasuk mas Wiku. Tanpa
banyak kata, ku keluarkan laptop dan ku taruh di atas meja lipat kecil di
samping Komputer.rupanya mereka juga sedang membahas persiapan acara seminar
nasional ini. Sambil terus berdiskusi, program desain mulai diinstal di laptop
ku.
“Ribet
juga ya mas instalnya, apa lagi buat desainnya nanti ? pokoknya aku dibantu ya
mas..” keluh ku mulai banyak.
Mas
Robi dengan sabar menginstal dan mengajari dasar2 desain grafis.
“Sudah
selesai ya, selanjutnya kami serahkan ke ade, semoga lancer. Kalo butuh
inspirasi desain bisa liat contoh di internet
banyak” Kata mas Robi.
Malam
itu juga ku garap hingga menjelang subuh. Alhamdulillah dengan beberapa contoh
desain yang ada ku cukupkan buat model desainnya. Tinggal minta saran dari panitian
lainnya nanti di kampus.
Semua panitia setuju dengan desain
baliho yang sudah aku buat. Berarti tinggal minta uang ke bendahara terus
lanjut ke Percetakan.
Sesampainya
di Percetakan dan ku serahkan desainnya, ternyata ga bisa dibuka. Kata
operatornya ga bisa dibuka karena versi yang aku pake lebih tinggi dari yang digunakan
percetakan. Alhasil aku harus kembali ke kos dan menurunkan output versi
programnya. Hal sederhana yang aku dapatkan dari kasus pertama ku adalah
menurun kan versi, bisa jadi kalo percetakan itu menggunakan program terbaru,
aku tidak tahu cara menurunkan versi programnya. Setelah selesai aku meluncur
ke percetakan lagi.
Setelah
di buka file nya di dalam computer percetakan, Alhamdulillah bisa muncul.
Artinya sudah nyambung versi programnya, Alhamdulillah. Ilmu baru yang aku dapatkan dari praktek.
Tapi kok ada yang aneh dari desain ku.
“Mas,
kenapa kok tulisannya berubah menjadi simbol-simbol ya ? Padahal di komputer ku
ga kaya gitu” kata ku menjelaskan kepada mas operator.
“Iya
ya de, mungkin computer ade banyak variasi fontnya de, mungkin kami belum
punya. Jadi waktu dibuka di sini ga kebaca dan berubah jadi simbol-simbol kaya
gini” kata mas operator computer menerangkan.
“Terus
aku mesti gimana mas, masa bolak balik lagi ?” aku mulai kesal
“Hehehe…
santai saja de, tinggal di-convert saja, begini caranya……” mas operator pun
menjelaskan cara mengconvert font tulisan supaya tidak berubah ketika dibuka di
komputer lain.
Akhirnya
dengan perasaan agak kesel aku kembali ke kos ku. Satu persatu kalimat yang ada
pada desain seminar itu aku convert. Ya ampuuun, ternyata masih banyak hal yang
aku belum tahu. Sampai hal sepele seperti ini membuat ku harus bolak-balik kos
ke percetakan.
Sudah
menjadi tekatku untuk menyelesaikan baliho hari itu juga. Apa pun yang terjadi
harus selesai, pekerjaan ku masih banyak, tugas dikepanitian seminar ini masih
banyak. Belum lagi tugas kuliah. Pokoknya harus selesai hari itu juga.
Untuk
kesekian kalinya aku datang lagi ke percetakan itu. Ku perhatikan pegawai di
depan sampai senyum-senyum melihat ku. Mungkin bosan kali ya ? entahlah apa
yang ia pikirkan yang penting hari ini harus selesai.
“Jangan
ada yang ketinggal lagi ya de” kata mas operator yang sedari tadi membantu ku.
“Iya
mas, capek juga bolak-balik” ucap ku menjawab mas operator
Kami
teliti lagi setiap kata, dan tata letaknya juga. Ada beberapa yang digeser
untuk pertimbangan tampilan. Dari judul, deskripsi kegiatan, pembicara seminar,
waktu dan tempat sudah lengkap. Tapi ternyata ada satu hal yang masih
tertinggal. Apa kah itu ?
“De ini acaranya gratis apa bayar ? “ Tanya
mas operator
“Ya bayar lah mas, sedikit sih. Masa acara bagus gitu gratis, mana pembicaranya dari jauh” jawab k
“Tapi ini belum ada harga tiket masuknya de, hehehe” mas operator menerangkan
“Ya bayar lah mas, sedikit sih. Masa acara bagus gitu gratis, mana pembicaranya dari jauh” jawab k
“Tapi ini belum ada harga tiket masuknya de, hehehe” mas operator menerangkan
What
???? masih ada yang salah lagi ??? Ya Allah, kuatkan aku. Aku sudah berusaha
maksimal. Tapi masih ada yang kurang. Apa
aku harus balik lagi ?? Tidaaaaaak…..
Akhirnya
mas operator itu membantu ku menulis harga tiket masuk yang aku lupa
membuatnya. Alhamdulillah. Selesai juga target ku hari ini menyelesaikan baliho
publikasi seminar ini.
Beginilah
cara Allah SWT mengasah kemampuan ku. Amanah yang belum pernah aku jalani
sebelumnya membuat ku sedikit bisa bermain di dunia ddesain grafis. Aku
bersyukur. Jika kemarin aku ga masuk seksi publikasi mungkin tidak secepat ini
mengerti desain grafis. Atau bahkan ga paham sama sekali.
Begini
lah amanah, tanggungjawab yang dilaksanakan akan menambah kemampuan setiap
orang yang mengembannya…







0 komentar:
Posting Komentar