Kamis, 23 April 2015

Amanah Meningkatkan Kapasitas Kita

“Assalamualaikum, de… “ suara mas Wiku dari hp ku.

“Waalaikumussalam mas.. ada apa ya ?” jawab ku.
“Begini de, hasil pertemuan sore tadi minta antum jadi seksi Publikasi, Dokumentasi, dan Dekorasi (PDD)” lanjut mas Wiku menerangkan.
“Iya mas. Tapi kan  saya  belum bisa bagian publikasi ?” jawabanku sebagai isyarat menolak.
“Ga apa-apa de, biar sekalian belajar. Tolong dibuatkan baliho yang besar, 5 meter X 3 meter.  hehe…. Sudah ya, kalo ada kesulitan tinggal kami. Wassalamualaikum…”

What ??? gimana bisa aku masuk ke PDD acara seminar lingkungan nasional  ? Padahal belum ada pengalaman buat spanduk deelel. Mana waktunya mepet, skup nasional pula…. Pasti ada yang salah ini… Seperti itulah kira galaunya waktu itu.
Malam itu juga aku meluncur ke tempat salah satu kakak senior. Apa lagi kalau bukan minta tolong diinstalkan dan diajari program desain grafis. Mesti ku kebut.. waktu tinggal 3 minggu lagi. Ku kayuh sepeda yang sudah menemaniku sejak SMA. 20 menit lamanya dari kos ke tampat mas Robi. Tahun itu, masih sedikit sekali mahasiswa yang punya motor. Umumnya jalan kaki, paling top ya pake sepeda.
Sesampainya di kos mas Robi ternyata sudah ada kakak-kakak senior termasuk mas Wiku. Tanpa banyak kata, ku keluarkan laptop dan ku taruh di atas meja lipat kecil di samping Komputer.rupanya mereka juga sedang membahas persiapan acara seminar nasional ini. Sambil terus berdiskusi, program desain mulai diinstal di laptop ku.
“Ribet juga ya mas instalnya, apa lagi buat desainnya nanti ? pokoknya aku dibantu ya mas..” keluh ku mulai banyak.
Mas Robi dengan sabar menginstal dan mengajari dasar2 desain grafis.
“Sudah selesai ya, selanjutnya kami serahkan ke ade, semoga lancer. Kalo butuh inspirasi  desain bisa liat contoh di internet banyak” Kata mas Robi.
Malam itu juga ku garap hingga menjelang subuh. Alhamdulillah dengan beberapa contoh desain yang ada ku cukupkan buat model desainnya. Tinggal minta saran dari panitian lainnya nanti di kampus.
Semua panitia setuju dengan desain baliho yang sudah aku buat. Berarti tinggal minta uang ke bendahara terus lanjut ke Percetakan.
Sesampainya di Percetakan dan ku serahkan desainnya, ternyata ga bisa dibuka. Kata operatornya ga bisa dibuka karena versi yang aku pake lebih tinggi dari yang digunakan percetakan. Alhasil aku harus kembali ke kos dan menurunkan output versi programnya. Hal sederhana yang aku dapatkan dari kasus pertama ku adalah menurun kan versi, bisa jadi kalo percetakan itu menggunakan program terbaru, aku tidak tahu cara menurunkan versi programnya. Setelah selesai aku meluncur ke percetakan lagi.
Setelah di buka file nya di dalam computer percetakan, Alhamdulillah bisa muncul. Artinya sudah nyambung versi programnya, Alhamdulillah.  Ilmu baru yang aku dapatkan dari praktek. Tapi kok ada yang aneh dari desain ku.
“Mas, kenapa kok tulisannya berubah menjadi simbol-simbol ya ? Padahal di komputer ku ga kaya gitu” kata ku menjelaskan kepada mas operator.
“Iya ya de, mungkin computer ade banyak variasi fontnya de, mungkin kami belum punya. Jadi waktu dibuka di sini ga kebaca dan berubah jadi simbol-simbol kaya gini” kata mas operator computer menerangkan.
“Terus aku mesti gimana mas, masa bolak balik lagi ?” aku mulai kesal
“Hehehe… santai saja de, tinggal di-convert saja, begini caranya……” mas operator pun menjelaskan cara mengconvert font tulisan supaya tidak berubah ketika dibuka di komputer lain.
Akhirnya dengan perasaan agak kesel aku kembali ke kos ku. Satu persatu kalimat yang ada pada desain seminar itu aku convert. Ya ampuuun, ternyata masih banyak hal yang aku belum tahu. Sampai hal sepele seperti ini membuat ku harus bolak-balik kos ke percetakan.
Sudah menjadi tekatku untuk menyelesaikan baliho hari itu juga. Apa pun yang terjadi harus selesai, pekerjaan ku masih banyak, tugas dikepanitian seminar ini masih banyak. Belum lagi tugas kuliah. Pokoknya harus selesai hari itu juga.
Untuk kesekian kalinya aku datang lagi ke percetakan itu. Ku perhatikan pegawai di depan sampai senyum-senyum melihat ku. Mungkin bosan kali ya ? entahlah apa yang ia pikirkan yang penting hari ini harus selesai.
“Jangan ada yang ketinggal lagi ya de” kata mas operator yang sedari tadi membantu ku.
“Iya mas, capek juga bolak-balik” ucap ku menjawab mas operator
Kami teliti lagi setiap kata, dan tata letaknya juga. Ada beberapa yang digeser untuk pertimbangan tampilan. Dari judul, deskripsi kegiatan, pembicara seminar, waktu dan tempat sudah lengkap. Tapi ternyata ada satu hal yang masih tertinggal. Apa kah itu ?
“De ini acaranya gratis apa bayar ? “ Tanya mas operator
“Ya bayar lah mas, sedikit sih. Masa acara bagus gitu gratis, mana pembicaranya dari jauh” jawab k
“Tapi ini belum ada harga tiket masuknya de, hehehe” mas operator menerangkan
What ???? masih ada yang salah lagi ??? Ya Allah, kuatkan aku. Aku sudah berusaha maksimal. Tapi masih ada yang kurang.  Apa aku harus balik lagi ?? Tidaaaaaak…..
Akhirnya mas operator itu membantu ku menulis harga tiket masuk yang aku lupa membuatnya. Alhamdulillah. Selesai juga target ku hari ini menyelesaikan baliho publikasi seminar ini.
Beginilah cara Allah SWT mengasah kemampuan ku. Amanah yang belum pernah aku jalani sebelumnya membuat ku sedikit bisa bermain di dunia ddesain grafis. Aku bersyukur. Jika kemarin aku ga masuk seksi publikasi mungkin tidak secepat ini mengerti desain grafis. Atau bahkan ga paham sama sekali.
Begini lah amanah, tanggungjawab yang dilaksanakan akan menambah kemampuan setiap orang yang mengembannya…


0 komentar:

Posting Komentar