Cilacap, 2008
![]() |
| illustrasi |
Cilacap merupakan tempat tinggal orang tua ku. 30 tahun lamanya beliau
berdua mengabdi menjadi guru sekolah dasar. Bilangan waktu yang tidak sedikit.
Sebagai pendatang, kami sudah bisa beradaptasi dan bahkan banyak yang
mengira kami warga asli daerah tersebut. Di sana ku habiskan masa kecil,
sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama.
Tahun 2008, aku sudah duduk di perguruan tinggi. Ramadhan ini banyak ku
habiskan di rumah. Aku merasa selama ini waktu untuk keluarga terlalu sedikit.
Tinggal di kos dan hanya pulang setahun 3 kali, sehingga setiap kali libur
kugunakan untuk keluarga.
Kegiatan ku antara lain bersih2 rumah, berkebun, memasak dsb. Menjelang
idul fitri pasti kami membuat kue hidangan lebaran.
Klaten, 2009
Klaten merupakan salah satu kabupaten perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta
dengan Provinsi Jawa Tengah di sisi
timur. Ramadhan 2009 ku bertepatan dengan akhir masa prakek kerja masyarakat,
atau yang lebih dikenal dengan istilah KKN.
3 bulan lamanya kami di sana, banyak kesan baik yang kami rasakan. Kami
yang datang dengan berbagai latar suku, budaya, bahasa, dan disiplin ilmu harus
mampu beradaptasi dengan lingkungan jawa khas Klaten lereng Gunung Merapi. Alhamdulillah
selama masa KKN, program yang kami ajukan diterima dengan baik oleh masyarakat,
dan kami merasa sudah menjadi bagian dari masyarakat di sana.
Ramadhan 2009 ini kami mengenal suasana khas Klaten di mana budaya dan
agama disandingkan. Acara yang sudah dilakukan secara turun temurun seperti padusan, kegiatan bersih masal
masyarakat menjelang bulan suci ramadhan. Ada juga ruahan, di mana setiap
keluarga membawa sepikul makanan untuk dikumpulkan di makam leluhur dan di
makan bersama.
Meskipun tidak ada tuntunannya, satu nilai positif adalah kebersamaan
dan kerukunan masyarakat terus terjaga. Begitu juga dengan silaturahim yang
terus terjalin antar warga
Kalimantan, 2010
Untuk pertama kalinya aku berada di Pulau Kalimantan. Sebagai mahasiswa
kehutanan, praktek di Kalimantan itu
sesuatu yang wajib hukumnya. Meskipun menjadi salah satu keingian ku untuk
pergi ke pulau tersebut, sejujurnya aku anggap itu hal mustahil karena sampai
saat itu sudah bergulat dengan ujian skripsi.
Di sana lah Allah SWT mengingatkan ku bahwa sesuatu apapun itu bisa
terjadi dengan izinNYA. Menjelang penentuan tanggal ujian skripsi, seorang
dosen pembimbing dan penguji skripsi mendadak haru ke negeri matahari terbut
untuk urusan dinas kampus. Alhasil kelulusan ku pun mundur, aku pun syok karena
harus mundur 6 bulan.
Seorang dosen merekomendasikan ku untuk bergabung dengan tim penelitian
untuk satwa dilindungi. Selain mengisi waktu menunggu dosen pulang, penelitian
itu juga untuk mengenal dunia kehutanan lebih lajut karena lokasi penelitian
benar2 di hutan alam dan belum pernah aku bayangkan sebelumnya.
Tiga bulan menjelang Ramadhan menjadikan jadual penelitian diubah, lebih
padat dilapangan sehingga waktunya puasa, tinggal merekap data dan persiapan
laporan. Satu hari menjelang puasa, tim sudah keluar dari lokasi di pedalaman
daerah sangatta menuju kota Berau. Sedangkan hari pertama puasa, kami lanjutkan
perjalanan dari kota Berau menuju kota Balikpapan menggunakan jalur udara.
Sejak awal kami persiapkan dan waktu yang ada digunakan dengan efektif sehingga
jadual membuat laporan pun sudah selesai. Waktu sisa dua hari kami habiskan
untuk berlibur, belajar sedikit kultur, dan menikmati suasana ramadhan di kota
itu.
Jogjakarta, 2011
Ramadhan 2011 ini tepat hari libur panjang . Tahun itu aku sudah bekerja
di pulau Sumatera. Perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan industri
menjadi pilihan. Ku atur waktu libur sehingga ramadhan bisa libur penuh hingga
7 hari setelah lebaran. Baik bus atupun pesawat, semua tidak bisa mengantar ku
langsung ke kota orang tua ku, sehingga aku putuskan singah di kota Jogja.
Banyak
hal yang bisa ku lakukan di kota gudeg ini. Menghilangkan penat pascakerja,
refresing dan sebagainya. Tak lupa kukunjungi sahabat yang masih menyelesaikan
study nya, ku datangi tempat yang menjadi saksi perjuangan dulu meraih gelar
sarana, dan juga tempat bersejarah bagi ku mendapatkan hidayahNYA menemukan
Tarbiyah.
Dan pastinya sebagai anak aku ingin memberikan hadiah untuk kedua orang
tua ku, kakak, dan adik ku. Tentu saja sebatas yang aku mampu. Bagi ku, bisa
member dan membuat keluarga ku tersenyum adalah segalanya.
Jogja
memang istimewa
Lematang, 2012
Tahun di mana aku mulai telat pulang. Mudik puasa pun hanya bisa ku
lakukan menjelang lebaran. Ini lokasi pertama aku bekerja. Tempat perbatasan
kabupaten Muara Enim dan Lahat, Sumatera Selatan.
Mulai ku biasakan dengan lingkungan kerja, kultur budaya, makanan dan
semua pernak pernik ramadhan, kususnya saat puasa di lokasi yang jauh di
pedalaman. Semua keterbatasan itu menjadikan ku lebih mudah mengingat besarnya
karunia yang Allah SWT berikan.
Alhamdulillah semua rekan kerja ku baik, untuk sahur dan buka kami masak
dan makan bersama. Sesekali juga aku diajak tidur di rumah mereka. Hal yang
paling aku ingat adalah sore sepulang kerja kami ke kebun mencari kelapa muda,
membawanya ke GOR kota dan buka bersama di sana. Sebenarnya banyak penjual
makanan untuk berbuka, tapi kami memilih untuk membawa sendiri dari kebun.
Adapun orang yang lewat hanya senyum memandang tingkah kami yang sok cuek..
hehehe J
Niru, 2013
Setahun kemudian, aku pindah lokasi kerja di Kantor Pusat Operasional
(KPO Niru). Sebagai pusat operasional, tentu saja aku mesti sering keliling 3
kantor wilayah yang membawahi areal di 6 kabupaten.
Ku atur ritme kerja supaya pekerjaan bisa berjalan tanpa mengganggu
puasa ku. Sering kali pulang dari lokasi menjelang buka puasa. Oleh karena itu
segera aku mandi dan pergi ke masjid kantor karena setiap hari ada buka puasa
bersama. Di sana aku mulai mengenal lebih banyak ragam makanan khas daerah
seperti pempek, tekwan dsb. Yang paling aku suka tentu saja Pempek Kapal Selam.
Pernah suatu hari, saat buka puasa makan 2 porsi PKS, paginya ga sahur karena
masih kenyang. hehe
Ramadhan
tahun ini terasa lebih capek karena mesti lebih banyak keliling lokasi,
meskipun demikian, fasilitas ibadah dll relatif lebih baik dari sebelumnya.
Alhamdulillah, beguyuuuur
Prabumulih, 2014
Hari pertama masuk kerja pascalebaran, kuputuskan untuk tinggal kost di
kota Prabumulih. Banyak yang menyayangkan kenapa mesti kost, tidak di mes lagi.
Kenapa buang uang untuk sesuatu yang tidak perlu ? jawaban ku sederhana, aku
mau nikah. Jadi perlu persiapan, perlu latihan gitu biar ga kaget nantinya.
Yang bikin senyum kecut itu kalo ada kawan yang nanya, “Emang calonnya sudah
ada ?” ah, itu urusan Allah SWT, aku Cuma bisa buat rencana J
Kegiatan Tarbawi ku yang dulu pernah berhenti, kini jalan lagi.
Alhamdulillah dari sana lah pertolongan Allah muncul. Melalui seorang ustadz,
aku dikenalkan dengan seorang gadis dari kota minyak ini. Cukup 2 minggu, aku
mantap untuk melamarnya. Jadi ramadhan pertama di kota ini, aku sudah ditemani
bidadari J
Ramadhan ini aku benar2 mendapatkan banyak berkah, keluarga baru,
saudara baru di jalan Tarbiyah dan masih banyak lagi yang tentunya ak bisa ku
uraikan sau persatu. Alhamdulillah
Prabumulih, 2015
4
Juni 2015,hadir di tengah2 keluarga kami. Seorang putri cantik yang Allah SWT kirimkan.
Seperti kado pernikahan pertama kami.
Meskipun
penuh dengan kekurangan, aku dan istriku selalu berusaha member yang terbaik
untuk bidadari kecil itu. Kami pun mulai mengerti pengorbanan orang tua untuk
kami. Meskipun kami tau tak akan mampu membayar pengorbanan mereka.
Ramadhan
ini, ada tangisan bidadari kecil, ada tawa lebih karena melihat polah lucu sang
bidadari. Bidadari kecil itu yang telah memberikan warna kehidupan kami menjadi
lebih lengkap. Semoga kamibisa membimbing mu menjadi bidadari dunia akhirat,
aamiin








0 komentar:
Posting Komentar