Minggu, 21 Juni 2015

RAMADHAN DELAPAN RASA


Cilacap, 2008
illustrasi

Cilacap merupakan tempat tinggal orang tua ku. 30 tahun lamanya beliau berdua mengabdi menjadi guru sekolah dasar. Bilangan waktu yang tidak sedikit.
Sebagai pendatang, kami sudah bisa beradaptasi dan bahkan banyak yang mengira kami warga asli daerah tersebut. Di sana ku habiskan masa kecil, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama.
Tahun 2008, aku sudah duduk di perguruan tinggi. Ramadhan ini banyak ku habiskan di rumah. Aku merasa selama ini waktu untuk keluarga terlalu sedikit. Tinggal di kos dan hanya pulang setahun 3 kali, sehingga setiap kali libur kugunakan untuk keluarga.
Kegiatan ku antara lain bersih2 rumah, berkebun, memasak dsb. Menjelang idul fitri pasti kami membuat kue hidangan lebaran.



Klaten, 2009 

Klaten merupakan salah satu kabupaten perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Provinsi  Jawa Tengah di sisi timur. Ramadhan 2009 ku bertepatan dengan akhir masa prakek kerja masyarakat, atau yang lebih dikenal dengan istilah KKN.
3 bulan lamanya kami di sana, banyak kesan baik yang kami rasakan. Kami yang datang dengan berbagai latar suku, budaya, bahasa, dan disiplin ilmu harus mampu beradaptasi dengan lingkungan jawa khas Klaten lereng Gunung Merapi. Alhamdulillah selama masa KKN, program yang kami ajukan diterima dengan baik oleh masyarakat, dan kami merasa sudah menjadi bagian dari masyarakat di sana.
Ramadhan 2009 ini kami mengenal suasana khas Klaten di mana budaya dan agama disandingkan. Acara yang sudah dilakukan secara turun temurun seperti padusan, kegiatan bersih masal masyarakat menjelang bulan suci ramadhan. Ada juga ruahan, di mana setiap keluarga membawa sepikul makanan untuk dikumpulkan di makam leluhur dan di makan bersama.
Meskipun tidak ada tuntunannya, satu nilai positif adalah kebersamaan dan kerukunan masyarakat terus terjaga. Begitu juga dengan silaturahim yang terus terjalin antar warga


Kalimantan, 2010 

Untuk pertama kalinya aku berada di Pulau Kalimantan. Sebagai mahasiswa kehutanan, praktek di  Kalimantan itu sesuatu yang wajib hukumnya. Meskipun menjadi salah satu keingian ku untuk pergi ke pulau tersebut, sejujurnya aku anggap itu hal mustahil karena sampai saat itu sudah bergulat dengan ujian skripsi.
Di sana lah Allah SWT mengingatkan ku bahwa sesuatu apapun itu bisa terjadi dengan izinNYA. Menjelang penentuan tanggal ujian skripsi, seorang dosen pembimbing dan penguji skripsi mendadak haru ke negeri matahari terbut untuk urusan dinas kampus. Alhasil kelulusan ku pun mundur, aku pun syok karena harus mundur 6 bulan.
Seorang dosen merekomendasikan ku untuk bergabung dengan tim penelitian untuk satwa dilindungi. Selain mengisi waktu menunggu dosen pulang, penelitian itu juga untuk mengenal dunia kehutanan lebih lajut karena lokasi penelitian benar2 di hutan alam dan belum pernah aku bayangkan sebelumnya.
Tiga bulan menjelang Ramadhan menjadikan jadual penelitian diubah, lebih padat dilapangan sehingga waktunya puasa, tinggal merekap data dan persiapan laporan. Satu hari menjelang puasa, tim sudah keluar dari lokasi di pedalaman daerah sangatta menuju kota Berau. Sedangkan hari pertama puasa, kami lanjutkan perjalanan dari kota Berau menuju kota Balikpapan menggunakan jalur udara. Sejak awal kami persiapkan dan waktu yang ada digunakan dengan efektif sehingga jadual membuat laporan pun sudah selesai. Waktu sisa dua hari kami habiskan untuk berlibur, belajar sedikit kultur, dan menikmati suasana ramadhan di kota itu.


Jogjakarta, 2011

Ramadhan 2011 ini tepat hari libur panjang . Tahun itu aku sudah bekerja di pulau Sumatera. Perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan industri menjadi pilihan. Ku atur waktu libur sehingga ramadhan bisa libur penuh hingga 7 hari setelah lebaran. Baik bus atupun pesawat, semua tidak bisa mengantar ku langsung ke kota orang tua ku, sehingga aku putuskan singah di kota Jogja.
Banyak hal yang bisa ku lakukan di kota gudeg ini. Menghilangkan penat pascakerja, refresing dan sebagainya. Tak lupa kukunjungi sahabat yang masih menyelesaikan study nya, ku datangi tempat yang menjadi saksi perjuangan dulu meraih gelar sarana, dan juga tempat bersejarah bagi ku mendapatkan hidayahNYA menemukan Tarbiyah.
Dan pastinya sebagai anak aku ingin memberikan hadiah untuk kedua orang tua ku, kakak, dan adik ku. Tentu saja sebatas yang aku mampu. Bagi ku, bisa member dan membuat keluarga ku tersenyum adalah segalanya.
Jogja memang istimewa


Lematang, 2012

Tahun di mana aku mulai telat pulang. Mudik puasa pun hanya bisa ku lakukan menjelang lebaran. Ini lokasi pertama aku bekerja. Tempat perbatasan kabupaten Muara Enim dan Lahat, Sumatera Selatan.
Mulai ku biasakan dengan lingkungan kerja, kultur budaya, makanan dan semua pernak pernik ramadhan, kususnya saat puasa di lokasi yang jauh di pedalaman. Semua keterbatasan itu menjadikan ku lebih mudah mengingat besarnya karunia yang Allah SWT berikan.
Alhamdulillah semua rekan kerja ku baik, untuk sahur dan buka kami masak dan makan bersama. Sesekali juga aku diajak tidur di rumah mereka. Hal yang paling aku ingat adalah sore sepulang kerja kami ke kebun mencari kelapa muda, membawanya ke GOR kota dan buka bersama di sana. Sebenarnya banyak penjual makanan untuk berbuka, tapi kami memilih untuk membawa sendiri dari kebun. Adapun orang yang lewat hanya senyum memandang tingkah kami yang sok cuek.. hehehe J




Niru, 2013

Setahun kemudian, aku pindah lokasi kerja di Kantor Pusat Operasional (KPO Niru). Sebagai pusat operasional, tentu saja aku mesti sering keliling 3 kantor wilayah yang membawahi areal di 6 kabupaten.
Ku atur ritme kerja supaya pekerjaan bisa berjalan tanpa mengganggu puasa ku. Sering kali pulang dari lokasi menjelang buka puasa. Oleh karena itu segera aku mandi dan pergi ke masjid kantor karena setiap hari ada buka puasa bersama. Di sana aku mulai mengenal lebih banyak ragam makanan khas daerah seperti pempek, tekwan dsb. Yang paling aku suka tentu saja Pempek Kapal Selam. Pernah suatu hari, saat buka puasa makan 2 porsi PKS, paginya ga sahur karena masih kenyang. hehe
Ramadhan tahun ini terasa lebih capek karena mesti lebih banyak keliling lokasi, meskipun demikian, fasilitas ibadah dll relatif lebih baik dari sebelumnya. Alhamdulillah, beguyuuuur


Prabumulih, 2014

Hari pertama masuk kerja pascalebaran, kuputuskan untuk tinggal kost di kota Prabumulih. Banyak yang menyayangkan kenapa mesti kost, tidak di mes lagi. Kenapa buang uang untuk sesuatu yang tidak perlu ? jawaban ku sederhana, aku mau nikah. Jadi perlu persiapan, perlu latihan gitu biar ga kaget nantinya. Yang bikin senyum kecut itu kalo ada kawan yang nanya, “Emang calonnya sudah ada ?” ah, itu urusan Allah SWT, aku Cuma bisa buat rencana J
Kegiatan Tarbawi ku yang dulu pernah berhenti, kini jalan lagi. Alhamdulillah dari sana lah pertolongan Allah muncul. Melalui seorang ustadz, aku dikenalkan dengan seorang gadis dari kota minyak ini. Cukup 2 minggu, aku mantap untuk melamarnya. Jadi ramadhan pertama di kota ini, aku sudah ditemani bidadari J
Ramadhan ini aku benar2 mendapatkan banyak berkah, keluarga baru, saudara baru di jalan Tarbiyah dan masih banyak lagi yang tentunya ak bisa ku uraikan sau persatu. Alhamdulillah



Prabumulih, 2015

4 Juni 2015,hadir di tengah2 keluarga kami. Seorang putri cantik yang Allah SWT kirimkan. Seperti kado pernikahan pertama kami.
Meskipun penuh dengan kekurangan, aku dan istriku selalu berusaha member yang terbaik untuk bidadari kecil itu. Kami pun mulai mengerti pengorbanan orang tua untuk kami. Meskipun kami tau tak akan mampu membayar pengorbanan mereka.
Ramadhan ini, ada tangisan bidadari kecil, ada tawa lebih karena melihat polah lucu sang bidadari. Bidadari kecil itu yang telah memberikan warna kehidupan kami menjadi lebih lengkap. Semoga kamibisa membimbing mu menjadi bidadari dunia akhirat,
aamiin

0 komentar:

Posting Komentar