Jam di komputer sudah menunjukkan pukul 12 malam, sementara
monitor itu tampak penuh dengan desain kartu identitas peserta seminar. Besok
pagi acara seminar nasional hari kehutanan akan diadakan di kampus. Oleh karena
itu persiapan terus dilakukan semua panitia. Dan aku, mendapat tugas
mempersiapkan : ID Card peserta dan sertifikat. insyaALLAH setengah jam lagi selesai semua.
Kriiiing……
Kring….
Hp jadul ku bernyanyi, tanda ada panggilan masuk.
Tampak sebuah nama dari layar hp kecil itu. Nama seorang sahabat yang sangat aku
kenal sejak kepindahan ku di kota pelajar ini. Resa namanya, sebagai ketua
pelaksana kegiatan seinar besok ia terus memantau progress persiapan acara.
“Halo,
assalamualaikum akh, belum istirahat
ya” sapa akh Resa
“Waalaikumussalam,
belum. Ini sebentar lagi. Tinggal print ID
Card peserta. Sertifikatnya Alhamdulillah sudah selesai” jawab ku
“Gimana, antum dah beli hp apa belum ? Kalo antum susah dihubungi itu gawat namanya.
Kita perlu banyak komunikasi akh”.
Tiba-tiba akh Resa membahas hp.
Seminggu ini hp ku macet. Alat komunikasi ku memang
terbilang sudah jadul. Hampir 3 tahun sudah selalu menemani ke
mana pun kaki ini melangkah. Aku membelinya waktu masih duduk di bangku SMA. Batere yang sudah usang ditambah lagi masalah pengisian daya hp membuat ku
sering memilih
untuk mematikan hp.
Rupanya banyak kawan seperjuangan terganggu, sulit menghubungi ku. Mungkin juga karena itu akh Resa tiba-tiba menanyakan perihal hp.
“Hehe…. Afwan
akh kalo seminggu ini ana susah
dihubungi, maklumlah hp jadul. Sayang mau ganti soalnya banyak kenangannya ini”
jawab ku sambil tertawa kecil.
“Gini aja, ana
ada hp tapi model jadul. Ya lumayan lah bisa telpon dan sms. Kalo antum tidak keberatan, ana
pinjami” akh Resa mencoba memberikan solusi.
“Alhamdulillah, semoga niat baik antum mendapat pahala akh.
Ana bukan menolak. Alhamdulillah,
sore tadi ana dapat rizki. Ana belikan hp baru akh.
Jadi komunikasi tetap jalan dan antum
ga perlu repot-repot
minjami hp” jawab ku
Sore tadi, aku mengumpulkan
uang hasil penjualan. Setahun sudah aku latihan berwirausaha. Aku berjualan
roti donat. Ada 5 kontrakan dan beberapa warung langganan ku. Alhamdulillah aku
belajar mandiri, belajar mengelola uang dll. Untung penjualan selama seminggu
ini aku sisihkan untuk membeli hp, dan sisanya aku tabung untuk hari nanti.
“Alhamdulillah
kalo gitu. Jaga kesehatan akh, jangan
lupa besok pagi kita datang lebih awal ya. Semoga lancar agendanya.
Wassalamualaikum” tutup akh Resa.
“Waalaikumussalam…………”
Sejenak ku alihkan pandangan
dari monitor komputer.
Ku pandangi semua yang ada di dalam kamar kost ku. Rak dengan buku kuliah dan
semua bacaan, kasur dan print out sertifikat serta ID Card peserta seminar besok pagi.
Sambil ku ingat kembali
saudara-saudara yang pernah ku jumpai di jalan dakwah ini. Begitu
besar perhatian mereka kepada saudaranya yang lain. Berusaha menjadi yang
paling dekat, paling mengerti, dan pertama membantu setiap permasalahan.
Sungguh begitu indah persaudaraan ini. Ia tak membedakan usia, program
studi, bahkan suku asal
daerah.
Ku rebahkan badan di atas kasur. Ku pandang langit-langit. Ku bayangkan begitu besar perhatian orang-orang yang ada di jamaah dakwah ini. Bisa jadi, dakwah ini terus bertahan karena ikhlas mengharap
ridho Allah AWT. Begitu juga dengan pengeraknya, tetap solid dalam kerja-kerja amal, karena mereka saling menopang, saling
melengkapi, dan saling menguatkan.
Semoga kita semua selalu
dikuatkan dalam jalan ini, bersama dakwah selalu dan selamanya.
Dari sebuah kamar kost kecil di kota pelajar ini, ukhuawah kami terus berdering.
Dari sebuah kamar kost kecil di kota pelajar ini, ukhuawah kami terus berdering.
Yogyakarta 17 Mei 2009







0 komentar:
Posting Komentar