Selasa, 28 April 2015

Episode Ukhuwah Berdering


Jam di komputer sudah menunjukkan pukul 12 malam, sementara monitor itu tampak penuh dengan desain kartu identitas peserta seminar. Besok pagi acara seminar nasional hari kehutanan akan diadakan di kampus. Oleh karena itu persiapan terus dilakukan semua panitia. Dan aku, mendapat tugas mempersiapkan : ID Card peserta dan sertifikat. insyaALLAH setengah jam lagi selesai semua.

Kriiiing…… Kring….

Hp jadul ku bernyanyi, tanda ada panggilan masuk. Tampak sebuah nama dari layar hp kecil itu. Nama seorang sahabat yang sangat aku kenal sejak kepindahan ku di kota pelajar ini. Resa namanya, sebagai ketua pelaksana kegiatan seinar besok ia terus memantau progress persiapan acara.

“Halo, assalamualaikum akh, belum istirahat ya” sapa akh Resa

“Waalaikumussalam, belum. Ini sebentar lagi. Tinggal print ID Card peserta. Sertifikatnya Alhamdulillah sudah selesai” jawab ku

“Gimana, antum dah beli hp apa belum ? Kalo antum susah dihubungi itu gawat namanya. Kita perlu banyak komunikasi akh”. Tiba-tiba akh Resa membahas hp.

Seminggu ini hp ku macet. Alat komunikasi ku memang terbilang sudah jadul. Hampir 3 tahun sudah selalu menemani ke mana pun kaki ini melangkah. Aku membelinya waktu masih duduk di bangku SMA. Batere yang sudah usang ditambah lagi masalah pengisian daya hp membuat ku sering memilih untuk mematikan hp. Rupanya banyak kawan seperjuangan terganggu, sulit menghubungi ku. Mungkin juga karena itu akh Resa tiba-tiba menanyakan perihal hp.

“Hehe…. Afwan akh kalo seminggu ini ana susah dihubungi, maklumlah hp jadul. Sayang mau ganti soalnya banyak kenangannya ini” jawab ku sambil tertawa kecil.

“Gini aja, ana ada hp tapi model jadul. Ya lumayan lah bisa telpon dan sms. Kalo antum tidak keberatan, ana pinjami” akh Resa mencoba memberikan solusi.

“Alhamdulillah, semoga niat baik antum mendapat pahala akh. Ana bukan menolak. Alhamdulillah, sore tadi ana dapat rizki. Ana belikan hp baru akh. Jadi komunikasi tetap jalan dan antum ga perlu repot-repot minjami hp” jawab ku

Sore tadi, aku mengumpulkan uang hasil penjualan. Setahun sudah aku latihan berwirausaha. Aku berjualan roti donat. Ada 5 kontrakan dan beberapa warung langganan ku. Alhamdulillah aku belajar mandiri, belajar mengelola uang dll. Untung penjualan selama seminggu ini aku sisihkan untuk membeli hp, dan sisanya aku tabung untuk hari nanti.

“Alhamdulillah kalo gitu. Jaga kesehatan akh, jangan lupa besok pagi kita datang lebih awal ya. Semoga lancar agendanya. Wassalamualaikum” tutup akh Resa.

“Waalaikumussalam…………”

Sejenak ku alihkan pandangan dari monitor komputer. Ku pandangi semua yang ada di dalam kamar kost ku. Rak dengan buku kuliah dan semua bacaan, kasur dan print out sertifikat serta ID Card peserta seminar besok pagi.

Sambil ku ingat kembali saudara-saudara yang pernah ku jumpai di jalan dakwah ini. Begitu besar perhatian mereka kepada saudaranya yang lain. Berusaha menjadi yang paling dekat, paling mengerti, dan pertama membantu setiap permasalahan. Sungguh begitu indah persaudaraan ini. Ia tak membedakan usia, program studi, bahkan suku asal daerah.

Ku rebahkan badan di atas kasur. Ku pandang langit-langit. Ku bayangkan begitu besar perhatian orang-orang yang ada di jamaah dakwah ini. Bisa jadi, dakwah ini terus bertahan karena ikhlas mengharap ridho Allah AWT. Begitu juga dengan pengeraknya, tetap solid dalam kerja-kerja amal, karena mereka saling menopang, saling melengkapi, dan saling menguatkan.

Semoga kita semua selalu dikuatkan dalam jalan ini, bersama dakwah selalu dan selamanya.
 Dari sebuah kamar kost kecil di kota pelajar ini, ukhuawah kami terus berdering.


Yogyakarta 17 Mei 2009

0 komentar:

Posting Komentar