Kriiiing……Kring……Kring…..
Bunyi
alarm hp kian nyaring terdengar dari atas meja. Perlahan mulai jelas hp itu.
Ternyata aku tertidur setelah sholat subuh. Quran masih di tangan, sarung masih
terpakai, dan sajadah juga masih di lantai. Segera ku rapikan kamar kost,
mandi, sarapan dan berangkat kerja.ini adalah hari pertama ku berangkat kerja
dari kost. Tiga tahun lebih tinggal di mess kantor membuat ku manja karena
banyak waktu luang. Dan kini, di kost harus padai2 mengatur waktu.
Pagi
itu gerimis, cukup deras juga. Hanya jaket palestina dan topi lapangan yang ku
pakai. Ku percepat langkah kaki menyusuri gang dan jalanan menuju pasar di kota
baru ini. Lumayan juga perjalanan perdana ku ini, 15 menit berjalan kaki
membuat jaket dan topi kesayangan ku basah. Basah karena gerimis dan keringat.
Sepanjang jalan juga banyak genangan air karena saluran yang tersumbat. Ada
juga jembatan kayu using yang mesti ekstra hati2 melewatinya. Bukan itu saja,
jalur kereta ganda juga harus diseberangi dengan teliti. Salah melangkah bisa
jatuh.
Sesampainya
di pasar, bis karyawan sudah menunggu. Sekitar 6 orang sudah berada di
dalamnya. Aku pilih duduk dibelakang sopir. Selain ruang lebih lebar,
pemandangan depan dan samping juga lega tanpa halangan. Sembari menunggu kawan
kerja lainnya, ku rapikan jake dan topi basah ke dalam tas.
Sepanjang
perjalanan, aku merenung. Beginilah rutinitas yang akan ku lalui. Bangun lebih
awal, pake acara bersih2 kost, masak dan sarapan, hingga berangkat kerja lebih
pagi. Beda sekali dengan hari2 sebelumnya di mess kantor di mana kamar sudah
ada yang beresi, sarapan sudah siap dan berangkat ke kantor cuma butuh waktu
lima menit. Tiga tahun lamanya tinggal di mess dengan semua kemudahan membuat
ku jenuh. Itulah motivasi terbesar ku keluar dari zona nyaman. Aku mau menikah,
dan tentu saja harus mempersiapkan keperluan dan mandiri, juga tinggal di
lingkungan yang kondusif untuk keluarga nanti.
Aku
paham konsekuensi keluar dari zona nyaman itu. Biaya kost, listrik,
transportasi dan masih banyak lagi. Tak masalah, asal aku menjadi manusia
normal seutuhnya. Ada kalanya bekerja, ada kalanya liburan, ada waktu
bermasyarakat, dan juga ada waktuuntuk menemukan komunitas kebaikan yang sudah
lama hilang dari hidup ku.
Mulai
saat ini juga, akan semakin padat aktivitas ku, makin beragam kegiatan ku, dan
semakin banyak pula saudara2 ku. Semoga semua itu semakin mendekatkan ku pada
ridho Mu ya Allah… memburu waktu, mempersiapkan bekal terbaik untuk
kepulanganku.
Niru,
18032015; 08.03







0 komentar:
Posting Komentar