Sekeping
hati dibawa berlari
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang
Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa
Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap
Berharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Jauh melalui jalanan sepi
Jalan kebenaran indah terbentang
Di depan matamu para pejuang
Tapi jalan kebenaran
Tak akan selamanya sunyi
Ada ujian yang datang melanda
Ada perangkap menunggu mangsa
Akan kuatkah kaki yang melangkah
Bila disapa duri yang menanti
Akan kaburkah mata yang meratap
Pada debu yang pastikan hinggap
Berharap senang dalam berjuang
Bagai merindu rembulan di tengah siang
Jalannya tak seindah sentuhan mata
Pangkalnya jauh hujungnya belum tiba
Suci Sekeping Hati (Saujana)
Lirik nasyid itu telah lama kudengar. Saat masih
duduk di bangku sekolah. Kira-kira 10 tahun yang lalu. Meskipun demikian,
nasyid itu selalu ada di hp, laptop, ataupun komputer kerja. Selain enak
nadanya, isinya juga bagus.
Komitmenku untuk terus bersama komunitas ini,
serasa mendapatkan nasehat dari nasyid ini. Sedikit mengenalkan komunitas yang
ku maksud, kami Cuma manusia biasa. Sadar betul banyak kekurangan yang ada pada
diri kami. Meskipun demikian kami punya cita-cita untuk membumikan keyakinan
kami,
Di jalan ini, mungkin tidak sedikit yang
bersedia bersama kami, sehingga seolah-olah jalanan itu sepi, tak menarik,
membosankan, atau malah justru membuang waktu dan uang. RUGI..... Tapi bagi
kami, jalan itu sungguh indah. Yang kami tatap adalah tujuan yang jauh didepan.
Ada pun sekarang, itulah jalanan yang harus ditempuh demi mencapai tujuan
tersebut.
Kami juga menyadari, setiap waktu perjalalan
ini tidak sendirian. Akan ada cobaan, rintangan, dan tantangan. Karena itu
tabiat jalan tersebut. Ibarat sebuah perangkap yang tersebar untuk menjebak
mangsanya. Rintangan itu tidak mudah kawan. Saking beratnya tidak sedikit di
antara kami memilih untuk berhenti, dan memilih jalan lain. Beragam cobaan akan
menguju setiap jengkal diri. Batin, fisik dan sebagainya akan menemui
tantangannya masing-masing. Fisik yang akan lelah, psikis yang mungkin bosan,
niat yang kembang kempis.
Jikalau ada yang mengharapkan kesenangan dalam
jalan ini, mungkin mustahil. Secara logikan manusia mungkin tidak mungkin. Oleh
karena itu, logikan yang kita pakai bukan manusia biasa. Melainkan manusia yang
sudah merdeka seutuhnya dari pemikiran sesat. Kita memahami bahwasannya keberadaan
di dunia hanya untuk beribadah. Mendapatkan Ridho Allah SWT.
Pengapa jalan perjuangan ini begitu sulit ?? Karena imbalan yang akan
kita terima begitu indah................
Gambar: I luv Islam
Tugukecil, 21032015
9.14







0 komentar:
Posting Komentar